Rindunya tak henti minta ditelanjangi.
Menggetarkan puting di balik sepi dingin berangin.
Aduhai.
Showing posts with label Poems. Show all posts
Showing posts with label Poems. Show all posts
July 11, 2013
April 11, 2013
kehujanan -2
ketimbang senja merona,
nyawaku memilih pagi yang kehujanan.
dalam gigilnya birahiku menyala-gemulai.
meski tiada lagi kita, aduhai.
~dua
nyawaku memilih pagi yang kehujanan.
dalam gigilnya birahiku menyala-gemulai.
meski tiada lagi kita, aduhai.
~dua
kehujanan -1
ketimbang senja merona,
nyawaku memilih pagi yang kehujanan.
dengan gemericiknya bisuku terbingkai.
~satu
nyawaku memilih pagi yang kehujanan.
dengan gemericiknya bisuku terbingkai.
~satu
April 04, 2013
angkasa tanpa pesan
Langitnya begitu hitam.
Diam, memancing muram.
Serupa kamu
yang enggan menyapa dan tanpa pesan.
Diam, memancing muram.
Serupa kamu
yang enggan menyapa dan tanpa pesan.
March 24, 2013
green chemistry
Seperti cat kuku saya yang hijau,
gorden dan kursi kopaja rumah sakit ini saling melengkapi.
Ada reaksi kimiawi dibalik punggung reumatik.
gorden dan kursi kopaja rumah sakit ini saling melengkapi.
Ada reaksi kimiawi dibalik punggung reumatik.
i'm a coin
Perempuan dengan kepribadian dua sisi koin mata uang.
Kamu hanya perlu mengenalnya dalam-dalam.
Maka, dia menjadi satu kesatuan bacaan.
Kamu hanya perlu mengenalnya dalam-dalam.
Maka, dia menjadi satu kesatuan bacaan.
March 20, 2013
hanya kamu yang paham
Kelak, kubuat sketsa dua wajah.
Simbol persahabatan manusia muda dengan takdir tuhan.
Kulantunkan lagu cinta Mama Dolores.
Kamu akan paham.
Simbol persahabatan manusia muda dengan takdir tuhan.
Kulantunkan lagu cinta Mama Dolores.
Kamu akan paham.
goda cela
Tak pernah henti ingin mencelamu.
Bukan,
bukan karena gairah kebencian.
Hasrat menggoda selalu tersimpan
untuk setiap bentuk kebengalan.
Bukan,
bukan karena gairah kebencian.
Hasrat menggoda selalu tersimpan
untuk setiap bentuk kebengalan.
love letter
Ingin berkirim surat kepadamu.
Menitipkannya pada banyak kenangan di belakang.
Mereka pasti ingat, kita tak pernah benar-benar terpisah.
Menitipkannya pada banyak kenangan di belakang.
Mereka pasti ingat, kita tak pernah benar-benar terpisah.
don't speak, just laugh
Kita saling memupuk angkuh,
kagum,
sebal
dan kangen
dalam banyak cara.
Namun semesta memberi jarak pada setiap kata.
Tawa adalah bahasa kita.
kagum,
sebal
dan kangen
dalam banyak cara.
Namun semesta memberi jarak pada setiap kata.
Tawa adalah bahasa kita.
debat rindu
Sibuk.
Andai tak pernah tercipta kata itu,
mungkin saat ini kita sedang berbincang debat tentang rindu.
Andai tak pernah tercipta kata itu,
mungkin saat ini kita sedang berbincang debat tentang rindu.
March 04, 2013
cakarcakar angkara
Dia bilang kamu sakit jiwa.
Mencakar-cakar labirin tipisku hingga murka angkara.
Cabik sini dan sana.
Jantungmu sendiri nan busuk terluka.
Mencakar-cakar labirin tipisku hingga murka angkara.
Cabik sini dan sana.
Jantungmu sendiri nan busuk terluka.
nyai sundal
Hujan saja mendadak henti.
Ketika sundal-sundal nafsu dengki memajang taring gigi.
Maaf nyai, nyawaku ini puisi.
Kau koyak pun takkan mati.
Ketika sundal-sundal nafsu dengki memajang taring gigi.
Maaf nyai, nyawaku ini puisi.
Kau koyak pun takkan mati.
February 19, 2013
Tuhan, pinjamkan Ibu
Aku bertanya pada Tuhan,
apa kabar Ibuku di sana?
Ingin kupinjam sebentar saja.
Tiada yang sanggup gantikannya.
apa kabar Ibuku di sana?
Ingin kupinjam sebentar saja.
Tiada yang sanggup gantikannya.
ora payu
Pedagang itu terlalu bernyali mengambil resiko.
Ia menjual benih ketulusan.
Di pasar ini tak seorang sudi meliriknya.
Ia menjual benih ketulusan.
Di pasar ini tak seorang sudi meliriknya.
smoked eyes
Di malam ketiga, aku bertemu Ibu.
Duduk dalam diam dipeluknya tubuhku.
Ia tahu,
mataku tengah berkawah sendu.
Duduk dalam diam dipeluknya tubuhku.
Ia tahu,
mataku tengah berkawah sendu.
ice cube
Suatu waktu hatiku beku.
Anak-anak sibuk menatahnya hingga hancur.
Namun ia bandel,
tak juga mau meleleh lebur.
Anak-anak sibuk menatahnya hingga hancur.
Namun ia bandel,
tak juga mau meleleh lebur.
February 10, 2013
lampion kata
Hari ini adalah kala panen raya.
Penyair sibuk memetik lampion kata
dari ladang aksara.
Hujan Imlek menyembuhkan puisi-puisi lara.
Penyair sibuk memetik lampion kata
dari ladang aksara.
Hujan Imlek menyembuhkan puisi-puisi lara.
February 09, 2013
alergi waktu
Aku memandangi sang dokter berkata-kata ini itu.
Katanya, aku alergi waktu.
Waktu yang terbentang panjang
untuk menemuimu.
Katanya, aku alergi waktu.
Waktu yang terbentang panjang
untuk menemuimu.
February 07, 2013
aku, kemana
Seperti tempat persembunyian,
aku memiliki banyak rumah kata.
Kalau kau sungguh jatuh cinta
kau takkan mencariku jauh kemana
Di rumah ini, aku selalu berada.
Subscribe to:
Posts (Atom)