menghitung gulir waktu,
rasanya tak sama dengan mengkalkulasi jumlah
nyali nan terhampar di meja judi.
pun berbeda dengan menakar tetes
endorfin yang meronasemu merah wajah.
kepada masa, kamu selalu ingin
berdamai.
sesekali, aku memilih untuk menantangnya.
No comments:
Post a Comment